Translate

Buy

Panduan Akuntansi Perbankan | Belajar Akuntansi Perbankan

Pengikut

Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label Pembukaan dan Penyetoran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembukaan dan Penyetoran. Tampilkan semua postingan

Pembukaan dan Penyetoran

Written By Admin 2011/03/28 | Senin, Maret 28, 2011

PEMBUKAAN DAN PENYETORAN BANK

Pembukaan rekening tabungan lazimnya jauh lebih  sederhana  dari proses pembukaan rekening  giro.  Nasabah  hanya  diminta  untuk  mengisi  formulir pembukaan tabungan yang memuat data pribadi calon nasabah, kemudian nasabah diberikan sebuah passbook, untuk mencatat segala transaksi yang menyangkut  rekeningnya.  Lazimnya  penyetoran  pertama  dilakukan  cabang dimana si nasabah membuka rekening.

Sebagai contoh :

Pada tanggal 04 Agustus 1992, Tn. E hendak membuka tabungan di Bank Omega - Jakarta. Setoran pertamanya sebesar Rp. 1.500.000;- tunai. Bunga ditetapkan  secara  floating  yang  mana  disesuaikan  pada  suku  bunga  yang berlaku dan dihitung atas dasar lamanya tabungan mengendap. Pada waktu penyetoran pertama suku bunga sebesar 20 % setahun. Atas dasar suku bunga ini akan diperhitungkan bunga tabungan untuk Tn. E, hingga suku bunga Bank Omega berubah. Pada saat penyetoran tersebut, oleh Bank Omega cabang Jakarta akan dibukukan dengan ayat jurnal sebagi berikut :

D         :  Kas   ……………………………………………………...   Rp. 1.500.000

K         :  tabungan - Rekening Tn. E ……………………………   Rp. 1.500.000
Apabila  pada  tanggal 20 Agustus 1992,  Tn.  E  kembali  menyetor  dengan

menyerahkan selembar cek Rp. 4.600.000 dari Tn. F, nasabah Bank Omega Jakarta, untuk keuntungan rekening tabungannya. Pada hari yang sama ia juga mendapat transfer masuk dari seorang rekannya di Surabaya melalui bank Omega  - Surabaya  sebesar  Rp. 7.230.000;-  untuk  keuntungan  rekening tabungannya. Oleh Bank Omega - Jakarta akan dicatat sebagai berikut :

D         :  Giro - Rekening Tn. F…………………………………… Rp.       4.600.000

D         :  RAK Cabang Surabaya………………………………….  Rp.       7.230.000

K         :  Tabungan - Rekening Tn. E……………………………. Rp. 11.830.000

Penyetoran antar Cabang 

Seorang  nasabah  dapat  saja  melakukan  penyetoran  untuk  keuntungan rekeningnya di cabang lain. Dalam transaksi seperti ini, akan tercipta adanya hubungan antar cabang antara cabang penerima setoran dan cabang penerbit rekening tabungan.

Untuk transaksi antar cabang ini, issue yang timbul adalah masalah keamanan transaksi yang erat kaitannya dengan sistem proses pembukuan atau akuntansi pada bank yang bersangkutan. Bagi bank yang pengoperasiannya dilakukan dengan media komputer dan dapat berhubungan langsung antara cabang on-line processing), issue keamanan transaksi tidak begitu besar dibanding dengan bank yang pengoperasiannya secara masih manual atau belum beroperasi secara on-line.

Bank memproses transaksi secara on-line dengan cabang-cabang lainnya, akan tercipta hubungan antara kantor yang diproses dengan sebuah komputer pusat (host komputer). Hubungan ini nantinya akan terlihat dalam neraca harian setiap cabang. Pemberian kode transaksi seperti ini akan dilakukan dengan komputer dan penomorannya harus unik.

Bank memproses transaksi secara off-line dengan cabang-cabang lainnya, perlu menciptakan sistem pengkodean transaksi. Karena transaksi penyetoran antar cabang tidak dapat langsung mengkredit rekening nasabah tabungan di cabang penerbit, bank harus menciptakan sistem internal control yang unik dan efektif.

Lazimnya, internal control tersebut dengan cara langsung mencetak transaksi penyetoran dengan penomoran kode khusus pada passbook nasabah. Atas dasar kode transaksi ini akan diuji kebenarannya oleh cabang lain dimana si nasabah hendak melakukan transaksi lainnya, khususnya penarikan.

Dengan demikian, apabila ada transaksi penyetoran dan penarikan antar cabang yang dilakukan  dengan hari yang sama, maka alat kontrol yang dijadikan dasar pengesahan adalah pencatatan data transaksi dalam passbook. Proses  transaksi  hubungan  antar  cabang  secara  on-line  dapat  dilukiskan sebagai berikut :


Sebagai contoh, apabila Tn. E, melakukan penyetoran tunai tanggal 24 Agustus pada Bank Omega cabang Surabaya sebesar Rp. 1.000.000; - oleh Bank Omega cabang Jakarta, selaku cabang penerbit, akan dibukukan sebagai berikut :

D         :  Rekening Antar Kantor -Cabang Surabaya…………………Rp.   1.000.000

K         :  Tabungan - Rekening Tn. E……………………………. Rp.         1.000.000
Sumber : pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files.../93005-4-651793309310.doc
Senin, Maret 28, 2011 | 0 komentar | Read More

Pengertian Akuntansi

Written By Admin 2011/03/23 | Rabu, Maret 23, 2011

PENGERTIAN AKUNTANSI

Dalam aktivitas sehari-hari, kita sering mendengar kata akuntansi, hal ini terutama terkait dengan masalah keuangan baik perusahaan maupun pemerintah. Akuntansi sering di istilahkan sebagai bahasa bisnis, dengan kata lain bahasa yang digunakan antara pelaku bisnis untuk berkomunikasi bisnis.

Akuntansi memiliki banyak definisi baik dari sudut pandang pemakai dan sudut kegiatan. Definisi dari sudut pemakai, akuntansi merupakan proses disiplin yang menyediakan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan suatu kegiatan secara efisien dan mengevaluasi kegiatan suatu organisasi. Definisi akuntansi dari sudut proses kegiatan dimaksudkan proses penggolongan, pencatatan, pelaporan, peringkasan, dan penganalisisan data keuangan suatu organisasi.

Pencatatan

Pencatatan dimaksudkan mencatat data/ transaksi keuangan dalam bentuk tulisan. Transaksi adalah terjadian/ peristiwa di dalam perusahaan yang dapat menyebabkan perubahan aktiva, kewajiban dan ekuitas.

Penggolongan

Penggolongan dimaksudkan sebagai pengelompokan transaksi-transaksi keuangan dengan cara sistematis menurut jenisnya masing-masing sehingga pengaruh transaksi-transaksi tersebut atas perubahan aktiva, kewajiban, dan ekuitas dapat diketahui.

Peringkasan

Peringkasan dimaksudkan sebagai menyederhanakan transaksi keuangan yang sudah dikelompokan pada sebuah daftar tersendiri yang disebut neraca saldo.

Pelaporan

Pelaporan dimaksudkan melaporkan informasi keuangan (laporan keuangan) yang merupakan sumber informasi utama untuk berbagai pihak diluar manajemen perusahaan bersangkutan.

Penganalisisan

Penganalisisan dimaksudkan menafsirkan laporan keuangan dari beberapa segi dan dari berbagai perumusan sehingga dari laporan keuangan tersebut diperoleh data yang dapat dipakai guna mendukung keputusan yang akan diambil oleh pihak-pihak berkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaan.
Rabu, Maret 23, 2011 | 0 komentar | Read More