Translate

Buy

Panduan Akuntansi Perbankan | Belajar Akuntansi Perbankan

Pengikut

Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label Akuntansi Sumber Dana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akuntansi Sumber Dana. Tampilkan semua postingan

Perhitungan Bunga Giro

Written By Admin 2012/07/16 | Senin, Juli 16, 2012

Perhitungan Bunga Giro


Seorang nasabah giro, apabila masih memiliki saldo kredit selama periode perhitungan  bunga  atau  jasa giro,  akan  diberikan  sejumlah  bunga  giro. Perhitungan bunga giro dilakukan atas saldo rata-rata terendah dari mutasi setiap bulan. Pembukuan langsung dibukukan atas keuntungan nasabah yang bersangkutan.

Contoh perhitungan bunga giro untuk Tn. Hermawan, nasabah Bank Omega cabang Jakarta, dapat diilustrasikan sebagai berikut :


Perhitungan bunga giro bila diterapkan saldo terendah bulan November 19xx:

Bunga tahunan 12 %

Bunga bulanan 1,00 %

Perhitungan bunga = 1,00% x Rp. 94.000.000 = Rp. 940.000; -
Bila perhitungan bunga giro diterapkan berdasarkan lamanya pengendapan dana :





Bila  perhitungan  bunga  dilakukan  berdasarkan  saldo  rata-rata  setiap bulannya, maka diperoleh perhitungan sebagai berikut :


Saldo rata-rata perbulan……………………………  Rp. 99.160.000

Bunga sebulan………………………………………. Rp.     991.600
Metode mana yang akan diterapkan oleh Bank Omega dapat diputuskan sendiri berdasarkan  pengalaman bank. Hal yang akan mempengaruhi perhitungan bunga ini adalah fluktuasi dari saldo rekening giro. Dalam hal ini harus diketahui perilaku  pergerakan  saldo  giro,  baik  menurun  maupun  meningkat  setiap bulannya sebagai dasar pemilihan metode perhitungan bunga.

Senin, Juli 16, 2012 | 0 komentar | Read More

Pembukaan dan Penyetoran

Written By Admin 2011/03/28 | Senin, Maret 28, 2011

PEMBUKAAN DAN PENYETORAN BANK

Pembukaan rekening tabungan lazimnya jauh lebih  sederhana  dari proses pembukaan rekening  giro.  Nasabah  hanya  diminta  untuk  mengisi  formulir pembukaan tabungan yang memuat data pribadi calon nasabah, kemudian nasabah diberikan sebuah passbook, untuk mencatat segala transaksi yang menyangkut  rekeningnya.  Lazimnya  penyetoran  pertama  dilakukan  cabang dimana si nasabah membuka rekening.

Sebagai contoh :

Pada tanggal 04 Agustus 1992, Tn. E hendak membuka tabungan di Bank Omega - Jakarta. Setoran pertamanya sebesar Rp. 1.500.000;- tunai. Bunga ditetapkan  secara  floating  yang  mana  disesuaikan  pada  suku  bunga  yang berlaku dan dihitung atas dasar lamanya tabungan mengendap. Pada waktu penyetoran pertama suku bunga sebesar 20 % setahun. Atas dasar suku bunga ini akan diperhitungkan bunga tabungan untuk Tn. E, hingga suku bunga Bank Omega berubah. Pada saat penyetoran tersebut, oleh Bank Omega cabang Jakarta akan dibukukan dengan ayat jurnal sebagi berikut :

D         :  Kas   ……………………………………………………...   Rp. 1.500.000

K         :  tabungan - Rekening Tn. E ……………………………   Rp. 1.500.000
Apabila  pada  tanggal 20 Agustus 1992,  Tn.  E  kembali  menyetor  dengan

menyerahkan selembar cek Rp. 4.600.000 dari Tn. F, nasabah Bank Omega Jakarta, untuk keuntungan rekening tabungannya. Pada hari yang sama ia juga mendapat transfer masuk dari seorang rekannya di Surabaya melalui bank Omega  - Surabaya  sebesar  Rp. 7.230.000;-  untuk  keuntungan  rekening tabungannya. Oleh Bank Omega - Jakarta akan dicatat sebagai berikut :

D         :  Giro - Rekening Tn. F…………………………………… Rp.       4.600.000

D         :  RAK Cabang Surabaya………………………………….  Rp.       7.230.000

K         :  Tabungan - Rekening Tn. E……………………………. Rp. 11.830.000

Penyetoran antar Cabang 

Seorang  nasabah  dapat  saja  melakukan  penyetoran  untuk  keuntungan rekeningnya di cabang lain. Dalam transaksi seperti ini, akan tercipta adanya hubungan antar cabang antara cabang penerima setoran dan cabang penerbit rekening tabungan.

Untuk transaksi antar cabang ini, issue yang timbul adalah masalah keamanan transaksi yang erat kaitannya dengan sistem proses pembukuan atau akuntansi pada bank yang bersangkutan. Bagi bank yang pengoperasiannya dilakukan dengan media komputer dan dapat berhubungan langsung antara cabang on-line processing), issue keamanan transaksi tidak begitu besar dibanding dengan bank yang pengoperasiannya secara masih manual atau belum beroperasi secara on-line.

Bank memproses transaksi secara on-line dengan cabang-cabang lainnya, akan tercipta hubungan antara kantor yang diproses dengan sebuah komputer pusat (host komputer). Hubungan ini nantinya akan terlihat dalam neraca harian setiap cabang. Pemberian kode transaksi seperti ini akan dilakukan dengan komputer dan penomorannya harus unik.

Bank memproses transaksi secara off-line dengan cabang-cabang lainnya, perlu menciptakan sistem pengkodean transaksi. Karena transaksi penyetoran antar cabang tidak dapat langsung mengkredit rekening nasabah tabungan di cabang penerbit, bank harus menciptakan sistem internal control yang unik dan efektif.

Lazimnya, internal control tersebut dengan cara langsung mencetak transaksi penyetoran dengan penomoran kode khusus pada passbook nasabah. Atas dasar kode transaksi ini akan diuji kebenarannya oleh cabang lain dimana si nasabah hendak melakukan transaksi lainnya, khususnya penarikan.

Dengan demikian, apabila ada transaksi penyetoran dan penarikan antar cabang yang dilakukan  dengan hari yang sama, maka alat kontrol yang dijadikan dasar pengesahan adalah pencatatan data transaksi dalam passbook. Proses  transaksi  hubungan  antar  cabang  secara  on-line  dapat  dilukiskan sebagai berikut :


Sebagai contoh, apabila Tn. E, melakukan penyetoran tunai tanggal 24 Agustus pada Bank Omega cabang Surabaya sebesar Rp. 1.000.000; - oleh Bank Omega cabang Jakarta, selaku cabang penerbit, akan dibukukan sebagai berikut :

D         :  Rekening Antar Kantor -Cabang Surabaya…………………Rp.   1.000.000

K         :  Tabungan - Rekening Tn. E……………………………. Rp.         1.000.000
Sumber : pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files.../93005-4-651793309310.doc
Senin, Maret 28, 2011 | 0 komentar | Read More

DEPOSITO

DEPOSITO


Apa itu Deposito ?

Bunga Deposito

Suku bunga deposito yang sitetapkan oleh sebuah bank berlaku untuk setiap periode tertentu yang disesuaikan dengan perkembangan pasar dan kebutuhan dan bank yang bersangkutan. Suku bunga deposito terdiri dari suku bunga counter yaitu suku bunga yang tercantum dalam papan pengumuman bank bersangkutan atau media cetak dan suku bunga negosiasi.

Senin, Maret 28, 2011 | 0 komentar | Read More

TABUNGAN

APA YANG DIMAKSUD DENGAN TABUNGAN?


Tabungan merupakan simpanan masyarakat yang penarikannya dapat dilakukan oleh si penabung sewaktu-waktu dikehendaki. Tabungan yang dimiliki oleh bank-bank dewasa kini berbeda dengan Tabungan Pembangunan Nasional (Tabanas) beberapa tahun yang lampau. Produk Tabungan yang sekarang dijual oleh bank-bank memiliki suku bunga yang relatif cukup tinggi sebagai cerminan dari adanya persaingan ketat dalam mengumpulkan dana masyarakat.

Tabungan merupakan hutang bank kepada masyarakat, dalam hal ini pemilik tabungan dan dikelompokkan kedalam hutang jangka pendek dalam neraca. Tidak  adanya  batasan  jangka  waktu  tabungan  dan  penarikan  yang  dapat dilakukan sewaktu-waktu menyebabkan tabungan harus digolongkan ke dalam hutang jangka pendek.
Senin, Maret 28, 2011 | 0 komentar | Read More

Penarikan Rekening Giro

Written By Admin 2011/03/27 | Minggu, Maret 27, 2011

Penarikan rekening giro  dapat  dilakukan  setiap  saat  setelah  memenuhi persyaratan tertentu. Jenis penarikan kredit antara lain dapat berupa : penarikan tunai, penarikan dengan memberikan amanat kepada bank, penarikan kliring dan lainnya.

Untuk mencapai potensi Anda, Anda harus terus memfokuskan diri pada bidang yang sesuai dengan kemampuan Anda dan berpeluang memberikan hasil yang besar.

Contoh : bila Hermawan menarik selembar cek senilai Rp. 15.000.000; -, untuk dibayarkan oleh bank secara tunai, maka oleh Bank XXX akan dibukukan sebagai berikut:

Debet  :  Giro - Rekening Hermawan ………………………  Rp. 15.000.000

Kkedit :  Kas Rupiah………………………………………………  Rp. 15.000.000

Dengan adanya penarikan  tunai  ini,  maka  rekening  giro  Hermawan  akan berkurang dan dengan demikian perhitungan jasa giro yang diperhitungkan untuk keuntungan Hermawan juga berkurang.

Penarikan secara Kliring

Penarikan secara kliring dilakukan oleh nasabah dengan cara menerbitkan cek untuk disetorkan kepada seseorang yang merupakan nasabah bank lain.

Bila Hermawan menerbitkan cek sebesar Rp. 4.000.000;- dan memerintahkan Bank XXX agar diserahkan untuk keuntungan seorang nasabah di Bank Lippo, maka Bank XXX akan dibukukan sebagai berikut :



Debet:  GIRO - REKENING HERMAWAN ………………………  Rp.4.000.000

Kredit:  BANK INDONESIA - GIRO…………………………….…  Rp. 4.000.000

Bagi Bank XXX, warakat yang diserahkan oleh Hermawan tersebut dianggap sebagai warkat kredit keluar.


Penarikan dengan Amanat


Seringkali  seorang  nasabah  memberikan  amanat  kepada  banknya  untuk memindahkan sejumlah dana atas rekening gironya. Pemberian amanat ini harus tertulis dan disahkan oleh pejabat bank yang bersangkutan.

Contoh yang paling lazim adalah transfer keluar. Bila Hermawan kemudian memerintahkan Bank XXX cabang Jakarta untuk mendebet rekening gironya sebesar Rp. 2.000.000;- untuk dipindah bukukan ke dalam rekening seseorang di  Bank XXX cabang Surabaya, oleh Bank XXX cabang Jakarta akan dibukukan sebagai berikut :

Debet  :  GIRO - HERMAWAN …………………………………  Rp. 2.000.000

Kredit  :  REKENING ANTAR KANTOR

   Cabang Surabaya………………………………………….. Rp. 2.000.000

Dalam hubungan transfer antar cabang akan tercipta hubungan antar kantor yang akan ditampung dalam Rekening Antar Kantor (RAK). Rekening ini bersifat reciprocal, yaitu bila satu pihak mendebit, maka pihak lainnya akan mengkredit. Dengan demikian, RAK ini akan nihil dalam laporan keuangan konsolidasi.

Contoh diambil dari buku karangan LAPOLIWA dengan judul AKUNTANSI PERBANKAN
Minggu, Maret 27, 2011 | 0 komentar | Read More

Pembukuan Transaksi Giro

Transaksi giro  yang dibukukan oleh suatu bank dapat terjadi dari peristiwa seperti :  setoran  nasabah,  baik  tunai  maupun kliring,  setoran  dari  transfer, pemindah bukuan karena kliring atau transfer, pembebanan karena amanat nasabah, dan lainnya.


90% orang-orang yang merasa gagal sebetulnya belum tentu gagal..hanya saja mereka cepat menyerah. – Paul j. Meyer

Transaksi Pembukaan Rekening Giro dan Penyetoran

Seorang calon nasabah diminta untuk segera menyetor sejumlah uang tertentu sebagai setoran awal, apabila memenuhi segala persyaratan pembukaan rekening giro,

Sebagai contoh, apabila Tuan Hermawan membuka rekening giro pada Bank Omega cabang Jakarta dan menyetor tunai sejumlah Rp. 100.000.000; - dan membayar tunai semua biaya administrasi seperti penerbitan buku cek sebesar Rp. 50.000;-, maka Bank Omega cabang Jakarta akan dibukukan seperti :

  • Debet  :  KAS……………………………………………………..  Rp. 100.050.000
  • Kredit  :  Giro - Rekening Hermawan…………………….    Rp. 100.000.000
  • Kredit  :  Barang Cetakan - Buku Cek………………….        Rp.     50.000

Penyetoran Kliring

Apabila Hermawan kemudian menyerahkan sebuah cek giro Bank ABC sebesar Rp. 10.000.000;- untuk disetorkan ke dalam rekening gironya, oleh Bank Omega akan dibukukan sebagai transakasi kliring.

Pengkreditan ke dalam rekening giro Hermawan akan dilakukan setelah hasil kliring tersebut dinyatakan berhasil. Untuk menampung pengkreditan sementara biasanya dikreditkan ke dalam rekening warkat kliring. Warkat kliring ini dianggap sebagai warkat debet keluar.

Pembukuan untuk transaksi penyetoran warkat kliring ini sebagai berikut :

  • D         :  BANK INDONESIA - GIRO…………………………..  Rp. 10.000.000
  • K         :  WARKAT KLIRING……………………………………. Rp. 10.000.000
Pada waktu hasil kliring dinyatakan berhasil atau tidak akan dibukukan dengan cara menihilkan rekening warkat kliring yang sifatnya sementara, dengan ayat jurnal sebagai berikut :

  • D         :  WARKAT KLIRING …………………………………..  Rp. 10.000.000
  • K         :  GIRO - REKENING HERMAWAN………………….  Rp. 10.000.000

Khusus untuk pembukaan rekening giro yang dilakukan dengan menyerahkan sebuah warkat kliring, transaksi penarikan rekening giro baru dapat dilakukan paling cepat sehari setelah kliring diselesaikan.

Seluruh  transaksi  penyetoran  ini  memiliki  kode  transaki  sendiri  yang  akan memberikan informasi kepada manajemen bank akan jenis penyetoran. Maksud dari kode ini adalah selain memberikan informasi juga untuk tujuan keamanan bagi pihak bank, seperti mencegah terjadinya penyetoran kliring dan penarikan rekening giro pada hari yang sama.

Penyetoran melalui Transfer

Apabila Hermawan menerima transfer dari seorang rekannya nasabah Bank Surya sebesar Rp. 5.000.000;-, oleh Bank Omega akan dibukukan sebagai berikut :

  • D         :  BANK LAIN - GIRO ……………………………………...  Rp. 5.000.000
  • K         :  GIRO - REKENING HERMAWAN…………………..….  Rp.5.000.000
 
Transfer yang diterima oleh Hermawan dapat saja dari seorang nasabah Bank Omega lainnya.

Semua Contoh diambil dari buku karangan LAPOLIWA dengan judul AKUNTANSI PERBANKAN
Minggu, Maret 27, 2011 | 0 komentar | Read More

APA ITU GIRO?

Dari sekian banyaknya ragam dana yang dihimpun oleh suatu bank, dana masyarakat giro adalah dana yang selalu dimiliki oleh suatu bank dan merupakan salah satu dana yang harga nya relative lebih murah dibanding dana lainnya yang dimiliki oleh suatu bank.


Berfikir Positif : sikap adalah kualiats awal yang tampak pada seseorang yang sukses. Jika ia bersikap dan selalu berfikiran positif, serta menyukai tantangan dan situasi yang rumit, itu berarti ia telah meraih setengah dari kesuksesannya.

Pengertian Giro

Menurut Bank Indonesia Giro adalah simpanan dari pihak ketiga kepada bank yang penarikannya dapat  dilakukan  setiap  saat  dengan  menggunakan  cek,  surat  perintah pembayaran lainnya atau dengan cara pemindah bukuan.

Penarikan dana giro oleh si pemilik hanya dapat dilakukan dengan cara perintah tertulis dari si pemiliknya sebagai dasar resmi otorisasi pendebetan rekening nasabah oleh bank.

Dana masyarakat giro adalah dana yang selalu dimiliki oleh suatu bank dan merupakan salah satu dana yang harganya relatif lebih murah dibanding dana lainnya yang dimiliki oleh suatu bank.

Sifat Rekening Giro

Rekening giro merupakan hutang jangka pendek bank yang harus disajikan dalam hutang lancar. Setiap kali terjadi mutasi pertambahan rekening giro nasabah akan dibukukan di sebelah kredit dan setiap kali terjadi pengurangan rekening giro nasabah akan dibukukan di sebelah debet.

Dengan demikian, saldo normal rekening giro adalah sebelah kredit. Apabila saldo suatu rekening giro nasabah berada pada sisi debet, maka rekening tersebut bersaldo negatif yang lazimnya dalam dunia perbankan dikenal dengan saldo merah atau terjadinya overdraft (bersaldo negatif).

Dalam terjadi  saldo  negatif,  maka  kepada  pemegang giro  tidak  dapat  lagi menarik dananya dan kepadanya tidak akan diberikan bunga atau jasa giro, melainkan akan dibebankan dengan sejumlah biaya atau beban bunga yang harus dilunasi oleh nasabah yang bersangkutan. Biaya bunga tersebut memperbesar saldo debet rekening giro yang bersangkutan.

Executive summary about Giro by Bank Indonesia
Minggu, Maret 27, 2011 | 0 komentar | Read More