Translate

Buy

Panduan Akuntansi Perbankan | Belajar Akuntansi Perbankan

Pengikut

Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label Akuntansi Kliring Manual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akuntansi Kliring Manual. Tampilkan semua postingan

Apakah yang dimaksud dengan Restrukturisasi

Written By Admin 2012/07/19 | Kamis, Juli 19, 2012

Apakah yang dimaksud dengan Restrukturisasi?


Restrukturisasi adalah perubahan struktur suatu organisasi baik secara vertikal maupun secara horizontal agar efektif membantu tercapainya tujuan.

Mengapa Restrukturisasi ini dilakukan?

Restrukturisasi ini dilakukan karena struktur organisasi tidak efektif lagi akibat adanya kemajuan, kemunduran atau modernisasi peralatannya.

Ada Tiga jenis Restrukturisasi yaitu restruktisasi vertikal, Restrukturisasi horizontal dan Restrukturisasi kombinasi.

Restrukturisasi vertikal adalah dengan memperbanyak tingkatan-tingkatan suatu organisasi. contoh Restrukturisasi vertikal misalnya terdiri dari direksi, kepala bagian, dan karyawan operasional di ubah menjadi direksi, kepala bagian, kepala seksi, dan karyawan opersional.

Kamis, Juli 19, 2012 | 0 komentar | Read More

Neraca Kliring

Written By Admin 2011/03/25 | Jumat, Maret 25, 2011


Pada akhir hari kliring,akan dibuatkan neraca kliring sebagai laporan akhir transaksi kliring.
Jika dalam pembukuan transaksi kliring, Bank XXX selalu mempergunakan rekening sementara kliring dan pendebetan atau pengkreditan rekening giro pada Bank Indonesia dilaksanakan pada akhir hari kliring, untuk mengetahui apakah bank menang atau kalah klring, maka kekalahan kliring  diatas akan ditulis/ dibukukan sebagai berikut :

D       :  Kliring                                            Rp.  80.000.000,-

K       :  B I – Giro                                                Rp.  80.000.000,-

Dilihat dari sudut B I , tidak akan terdapat selisih pendebetan maupun pengkreditan rekening giro masing-masing bank peserta kliring.


Selanjutnya  untuk  mencatat transaksi hasil kliring diatas, oleh B I akan dibukukan  sbb:

D       :  Giro – Bank  Omega                  Rp.  80.000.000,-

K       :  Giro – Bank  ABC                                   Rp.  30.000.000,-

K       :  Giro – Bank  Lippo                                 Rp.  50.000.000,-

Melalui kalah atau menang kliring ini, oleh B I akan dipantau saldo minimum dari Reserve Reqiurement.
Bila suatu bank reserve requirement-nya lebih rendah dari pada apa yang seharusnya dipelihara, maka kepada bank yang tidak memenuhi persyaratan tersebut akan dikenakan denda oleh B I.

Yang dimaksud dengan kliring otomatis adalah :

Terjadinya pertukaran data secara elektronik melalui pemrosesan dengan mesin dalam bentuk standar yang telah diformat terlebih dahulu.

Selain itu, pemrosesan elektronik juga melibatkan pengiriman media penyimpanan data komputer. Media ini merupakan media utama untuk transaksi kliring dengan otomatis, atau lazim dikenal dengan Automatic Clearing House (ACH).

Dalam pemrosesan data secara elektronik ini, mesin akan membaca Magnetic Ink Character Recognition, atau MICR pada setiap lembar cek nasabah.

Transaksi kliring otomatis dapat dipecah menjadi dua jenis:
  • Transaksi local (intraregional), bank penarik mempersiapkan seluruh warkat untuk dikirim ke bank tertarik. Disini bank penarik akan memeriksa kelengkapan data, memeriksa kebenaran cek, membedakan apabila transaksi tersebut berasal dari bank sendiri, kemudian menyampaikan data tersebut kepada lembaga kliring.
  • Transaksi antar daerah (interregional), bank penarik akan menyampaikan transaksinya kepada pusat pengolahan data di lembaga kliring lokal. Transaksi-transaksi disortir oleh bank penarik dalam lokasi yang bersangkutan. Volume data yang besar ini akan digabung menjadi suatu ringkasan arsip untuk setiap lokasi, kemudian arsip ini dipindahkan ke tiap lokasi lainnya untuk diproses lebih lanjut. 
sumber: http://masodah.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/6400/ AKUNTANSI++KLIRING.doc
    Jumat, Maret 25, 2011 | 0 komentar | Read More

    Pertemuan Kliring

    Apabila Kliring yang dilaksanakan tidak melalui Automated Clearing House, maka pertemuan kliring biasanya dilakukan sebanyak 2 x. Bank-bank yang terlibat dalam transaksi kliring akan saling menyerahkan warkat pada pertama kali bertemu, sedangkan pada pertemuan yang kedua, apabila terjadi penolakan bank peserta kliring akan saling mengembalikan warkat.


    Waktu pertemuan kliring biasanya diatur sebagai berikut :


    Senin s/d Jumat:
                Kliring satu          :  Pukul 10.30 – 14.30

                Kliring dua        :  Pukul 13.00 – 14.00

    Sabtu :

                Kliring satu         :  Pukul 10.00 – 11.00

                Kliring dua         :  Pukul 12.00 – 13.00


    Pembukuan Transaksi  Kliring  :

    Kasus:
    Pada saat bank XXX menerima warkat giro dari bank ABC Kedua bank akan mencatat transaksi kliring tersebut sbb.

    Pembukuan transaksi kliring ini dapat ditampung pada rekening sementara “Kliring”atau langsung ke rekening giro pada Bank Indonesia.

    Pada bank  ABC – cabang  Jakarta

    Pada saat terima warkat dari Tn. Sigit untuk disetorkan ke (menambah) rekening giro Ny. Dita.

    D         :  Kliring                                  Rp.  30.000.000,-                   

    K         :  Giro – Rek.  Ny. Dita                      Rp.  30.000.000,-

    Setelah diketahui hasilnya baik, biasanya pada waktu kliring kedua akan dinihilkan rekening Kliring.

    D         :  B I – Giro                 Rp.  30.000.000,-

    K         :  Kliring                                              Rp.  30.000.000,-

    Pada bank Omega – cabang Jakarta

    Pada  saat  menerima warkat nasabahnya  sendiri (warkat  Tn.  Sigit)  akan membebankan rekening Tn. Sigit  dengan  jurnal sbb :

    D         :  Giro – Rek.  Tn.  Sigit                      Rp.  30.000.000,-

    K         :  B I – Giro                                         Rp.  30.000.000,-

    Bang Omega dapat langsung mengkredit rekening giro pada BI karena cek tersebut adalah cek dari nasabahnya sendiri.

    Apabila Tyas seorang nasabah bank Omega – cabang Jakarta menyerahkan sebuah warkat Giro senilai Rp. 50.000.000,- kepada bank untuk diserahakan kepada Grace, salah seorang nasabah bank Lippo cabang Jakarta, oleh kedua bank akan dibukukan sebagai berikut :

    Pada  bank  Omega  cabang  Jakarta

    Pada saat menerima amanat dan warkat dari Tyas, akan dibukukan sebagai berikut:

    D         :  Giro  -  Rek.  Tyas                Rp.  50.000.000,-

    K         :  B I – Giro                                                     Rp.  50.000.000,-

    Pada   bank  Lippo  cabang  Jakarta

    Pada saat menerima warkat setoran untuk  menambah rekening Grace, dibukukan berikut:


    D         :  B I – Giro                             Rp.  50.000.000,-

    K         :  Giro  -  Rek.  Grace              Rp.  50.000.000,-

    Executive summmary by http://blapah-coklat.blogspot.com/2010/03/kliring.html
    Jumat, Maret 25, 2011 | 0 komentar | Read More

    Jenis Kliring

    Jenis-jenis kliring terdiri dari:

    Kliring  umum,  adalah  :  sarana  perhitungan  warkat-warkat  antar  bank  yang pelaksanaannya  diatur  oleh  B I.

    Kliring  lokal,  adalah  :  sarana  perhitungan  warkat-warkat  antar  bank  yang berada  dalam  suatu  wilayah  kliring  (wilayah  yang  ditentukan).

    Kliring  antar  cabang,  adalah  :  sarana  perhitungan  warkat  antar  kantor  cabang  suatu  bank  peserta  yang  biasanya  berada  dalam  satu  wilayah  kota.  Kliring  ini  dilakukan  dengan  cara  mengumpulkan  seluruh  perhitungan  dari  suatu  kantor  cabang  untuk  kantor  cabang  lainnya  yang  bersangkutan  pada  kantor  induk  yang  bersangkutan.
    Jumat, Maret 25, 2011 | 0 komentar | Read More

    Akuntansi Kliring Manual

    Mekanisme Kliring

    Halo adik-adik, om-om, atau kakak semua, selamat di blog akuntansi perbankan ini
    :) yang lanjutan dari judul sebelumnya, disini kita akan membahas tentang kliring. Paham adik-adik, om-om, atau kakak semua tentang kliring, mungkin semua sudah tahu/ pernah mendengar tantang kliring itu..oke sedikit pengertian tentang kliring secara singkat;

    Kliring merupakan saranan untuk menyelesaikan giral. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang paling lazim ditemukan dengan setiap bank, karena pada kegiatan ini akan diselesaikan hutang dan piutang antar bank yang berasal dari transaksi giral para nasabah.


    Bagaimanana? itulah pengertian kliring secara singkatnya. Sedangkan secara umumnya anda bisa membaca pengertian kliring dibawah ini:

    Pengertian Kliring.

    Kliring merupakan perhitungan utang piutang dalam bentuk surat-surat berharga dan surat-surat dagang dari suatu bank terhadap bank lainnya, dengan tujuan agar penyelesaiannya bisa terselenggara dengan aman dan mudah, serta untuk memperlancar dan memperluas lalu lintas pembayaran giral.

    Lalu lintas pembayaran giral merupakan proses kegiatan bayar membayar dengan nota kliring atau warkat, yang dilakukan dengan cara saling memperhitungkan diantara bank-bank, baik atas beban maupun untuk keuntungan nasabah yang bersangkutan.

    Giral  merupakan  simpanan yang  penarikannya  dapat  dilakukan  setiap  saat  dengan  baik menggunakan  cek,  surat  perintah  pembayaran  lainnya,  atau dengan  cara  pemindah  bukuan. 
    (sumber: Bank Indonesia)

    Warkat / Nota kliring

    Warkat kliring merupakan  alat  atau  sarana  yang  digunakan  dalam  lalu  lintas  pembayaran  giral,  yaitu  surat  berharga  atau  surat  dagang  seperti  :
    1. cek
    2. bilyet giro, 
    3. wesel bank untuk trasfer atau wesel unjuk, 
    4. bukti-bukti penerimaan transfer dari bank-bank, 
    5. nota kredit, dan
    6. surat-surat lainnya yang disetujui oleh penyelenggara ( B I )

    Syarat-syarat warkat yang dapat  dikliringkan  :
    1. Ber valuta  Rupiah
    2. Bernilai  nominal  penuh
    3. Telah  jatuh  tempo  pada  saat  dikliringkan  dan
    4. Telah  dibubuhi  cap  kliring
    Jenis – jenis warkat kliring

    Warkat debet keluar

    Warkat debet  keluar,  yaitu  :  warkat  bank  lain  yang disetorkan oleh nasabah sendiri untuk  keuntungan  rekening  nasabah  yang  bersangkutan.

    Warkat  debet  masuk

    Warkat  debet  masuk,  yaitu  :  warkat  yang  diterima  oleh  suatu  bank  dari  bank  lain  melalui  B I  atas  warkat  atau  cek  bank  sendiri  yang  ditarik  oleh  nasabah  sendiri  dan  atas  beban  nasabah  yang  bersangkutan.       

    Warkat  kredit  keluar

    Warkat  kredit  keluar,  yaitu  :  warkat  dari  nasabah  sendiri  untuk  disetorkan  kepada  nasabah  bank  lain  pada  bank  lain. Bank  yang  menyerahkan  warkat  tersebut  akan  mengkreditkan  rekening  giro  BI  dan  mendebet  giro  nasabah.

    Warkat  kredit  masuk

    Warkat  kredit  masuk,  yaitu  :  warkat  yang  diterima  oleh  suatu  bank  untuk  keuntungan  rekening  nasabah  bank  tersebut. Bank  yang  menerima  warkat  tersebut  akan  mendebit  rekening  giro  B I  dan  mengkredit  giro  nasabah.

    Warkat yang bukan kliring

    Warkat-warkat yang  belum  memenuhi  syarat-syarat  warkat  kliring.
    • Penyetor  warkat  kepada  penyelenggara  untuk  keperluan  penyelesaian  saldo  negatif  atau  saldo  debet.
    • Penyetoran  warkat  kepada  penyelenggara  untuk  pelaksanaan  transfer  dalam  rangka  pelimpahan  likuidasi  dari  suatu  peserta  kepada  kantor-kantor  cabangnya  yang  lain.
    • Penyetoran-penyetoran  lain  yang  ditetapkan  B I  berdasarkan  kebutuhan.

    sumber ; Bank Indonesia

      Nah ulasan diatas merupakan pengertian kliring dan warkat kliring mungkin sedikit copy paste pengertian tersebut dari situs-situs terbaik di Indonesia ini…terima kasih atas kunjungan anda.

        Jumat, Maret 25, 2011 | 0 komentar | Read More

        DEBITUR DAN KREDITUR

        Written By Admin 2011/03/24 | Kamis, Maret 24, 2011

        Apa itu Debitur dan Kreditur?

        Debitur adalah pihak yang berhutang ke pihak lain, biasanya dengan menerima sesuatu dari kreditur yang dijanjikan debitur untuk dibayar kembali pada masa yang akan datang.

        Pemberian pinjaman kadang memerlukan juga jaminan atau agunan dari pihak debitur. Jika seorang debitur gagal membayar pada tenggat waktu yang dijanjikan, suatu proses koleksi formal dapat dilakukan yang kadang mengizinkan penyitaan harta milik debitur untuk memaksa pembayaran.

        Kreditur adalah pihak (perorangan, organisasi, perusahaan atau pemerintah) yang memiliki tagihan kepada pihak lain (pihak kedua) atas properti atau layanan jasa yang diberikannya (biasanya dalam bentuk kontrak atau perjanjian) dimana diperjanjikan bahwa pihak kedua tersebut akan mengembalikan properti yang nilainya sama atau jasa. Pihak kedua ini disebut sebagai peminjam atau yang berhutang.

        Secara singkat dapat dikatakan pihak yang memberikan kredit atau pinjaman kepada pihak lainnya.

        Terminologi kreditur ini sering digunakan pada dunia keuangan khususnya merujuk pada pinjaman jangka pendek, obligasi jangka panjang, dan hak tanggungan.

        Sumber: wikipedia
        Kamis, Maret 24, 2011 | 1 komentar | Read More

        Pengertian Akuntansi

        Written By Admin 2011/03/23 | Rabu, Maret 23, 2011

        PENGERTIAN AKUNTANSI

        Dalam aktivitas sehari-hari, kita sering mendengar kata akuntansi, hal ini terutama terkait dengan masalah keuangan baik perusahaan maupun pemerintah. Akuntansi sering di istilahkan sebagai bahasa bisnis, dengan kata lain bahasa yang digunakan antara pelaku bisnis untuk berkomunikasi bisnis.

        Akuntansi memiliki banyak definisi baik dari sudut pandang pemakai dan sudut kegiatan. Definisi dari sudut pemakai, akuntansi merupakan proses disiplin yang menyediakan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan suatu kegiatan secara efisien dan mengevaluasi kegiatan suatu organisasi. Definisi akuntansi dari sudut proses kegiatan dimaksudkan proses penggolongan, pencatatan, pelaporan, peringkasan, dan penganalisisan data keuangan suatu organisasi.

        Pencatatan

        Pencatatan dimaksudkan mencatat data/ transaksi keuangan dalam bentuk tulisan. Transaksi adalah terjadian/ peristiwa di dalam perusahaan yang dapat menyebabkan perubahan aktiva, kewajiban dan ekuitas.

        Penggolongan

        Penggolongan dimaksudkan sebagai pengelompokan transaksi-transaksi keuangan dengan cara sistematis menurut jenisnya masing-masing sehingga pengaruh transaksi-transaksi tersebut atas perubahan aktiva, kewajiban, dan ekuitas dapat diketahui.

        Peringkasan

        Peringkasan dimaksudkan sebagai menyederhanakan transaksi keuangan yang sudah dikelompokan pada sebuah daftar tersendiri yang disebut neraca saldo.

        Pelaporan

        Pelaporan dimaksudkan melaporkan informasi keuangan (laporan keuangan) yang merupakan sumber informasi utama untuk berbagai pihak diluar manajemen perusahaan bersangkutan.

        Penganalisisan

        Penganalisisan dimaksudkan menafsirkan laporan keuangan dari beberapa segi dan dari berbagai perumusan sehingga dari laporan keuangan tersebut diperoleh data yang dapat dipakai guna mendukung keputusan yang akan diambil oleh pihak-pihak berkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaan.
        Rabu, Maret 23, 2011 | 0 komentar | Read More